Pengaruh Video Edukasi Sebagai Media Pembelajaran terhadap Pengetahuan Siswa tentang Anemia
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i1.156Keywords:
Anemia , Pengetahuan Remaja , Video EdukasiAbstract
Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif pada pertumbuhan dan prestasi belajar. Rendahnya pengetahuan gizi menjadi salah satu faktor penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video edukasi sebagai media pembelajaran terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang anemia di SMA Negeri 3 Gorontalo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang menghasilkan 82 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan video edukasi berdurasi 7 menit. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata (mean) pengetahuan siswa meningkat dari 86,46 pada pre-test menjadi 88,17 pada post-test. Analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,009 (<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Indikator pengetahuan tentang Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi aspek yang paling dikuasai siswa (88,4%). Simpulan: Penggunaan video edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang anemia di SMA Negeri 3 Gorontalo. Disarankan agar pihak sekolah dan puskesmas mengintegrasikan media digital dalam promosi kesehatan serta melakukan evaluasi berkala untuk memastikan retensi pengetahuan dan perubahan perilaku jangka panjang.
Downloads
References
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. (2018). Laporan nasional RISKESDAS 2018 [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. hlm. 123–627. Tersedia pada: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf
Devi, S. R., Pradhan, S., & Sahu, T. (2024). Prevalence and risk factors of anemia among adolescent girls in a developing region. Journal of Family Medicine and Primary Care, 13(1), 112–118.
Dubik, S. D., Amegah, K. E., Okae, A. D., et al. (2019). Knowledge, attitudes and practices regarding iron deficiency anaemia among female adolescents in the Hohoe municipality, Ghana. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 31(1), 35–47.
Ferreira, A., Oliveira, S., & Silva, M. (2019). The impact of iron deficiency anemia on school performance in adolescents. Revista de Saúde Pública, 53, 14–22.
Inayah, A. I., Otto, S., Dungga, E. F., Ibrahim, S. A., & Ihsan, M. (2024). The incidence of anemia and its relationship with nutritional status (A study on female students at SMA Negeri 3 Gorontalo). Jambura Medical and Health Science Journal, 3(2), 82–92.
Isnaini, N., et al. (2024). Impact of school-based health programs on adolescent health awareness. Public Health Journal, 12(1), 30–42.
Khan, A., et al. (2024). Multimedia learning: The role of animation in health education. Educational Technology & Society, 27(2), 112–125.
Langley, J. (2025). Reinforcement learning in health communication. Journal of Communication, 75(1), 15–29.
Mahmudiyah, T., & Kurniasari, R. (2024). Analisis fenomena ceiling effect pada evaluasi program edukasi gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(1), 10–18.
Nguyen, H., et al. (2024). Cognitive load and attention span in digital learning environments. Computers in Human Behavior, 145, 107765.
O’Key, V., Hughson, J., Daly, M., & Rahman, K. (2021). The efficacy of video-based interventions in adolescent health education: A systematic review. Health Education Research, 36(6), 629–645.
Pratama, A. N., Widyastuti, N., & Margawati, A. (2022). Hubungan status anemia dan asupan zat gizi dengan prestasi belajar remaja putri. Journal of Nutrition College, 11(1), 78–85.
Seminar, A., et al. (2024). Deconstructing health myths in adolescent populations. Journal of Health Education, 45(3), 201–215.
Silva, P., et al. (2023). Mental fatigue and test performance in adolescents. Educational Psychology Review, 35(2), 44–56.
Suryani, D., Hafiani, R., & Junita, R. (2021). Analisis pola konsumsi dan status anemia pada remaja putri di daerah perkotaan. Jurnal Gizi Indonesia, 10(1), 56–64.
Tando, N. M., et al. (2024). School-based interventions for iron deficiency anemia. Global Health Promotion, 31(2), 55–63.
Tuong, W., Larsen, E. R., & Armstrong, A. W. (2022). Videos versus written materials for health education: A meta-analysis of randomized controlled trials. Patient Education and Counseling, 105(3), 567–575.
Wong, A., et al. (2021). Cognitive load theory and multimedia learning: A systematic review. Educational Psychology Review, 33(2), 453–478.
World Health Organization. (2023). Global anaemia estimates, 2021 edition [Internet]. Geneva: WHO. Tersedia pada: https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children
Zhou, Y., et al. (2025). The efficacy of visual narratives in medical education. Medical Teacher, 47(1), 88–96.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Komang Swadayana Arta Yoga, Muh. Nur Syukriani Yusuf, Maimun Ihsan, Sri A. Ibrahim, Sitti Rahma (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












