Wanita Usia 30 Tahun dengan HIV dengan Komplikasi Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP) Serta Kandidiasis Oral

Authors

  • Filda Tri Sakti Universitas Muhammadiyah Surakarta Author
  • Mohammad Ananto C Universitas Muhammadiyah Surakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.71417/galen.v2i1.192

Keywords:

HIV, PCP, Kandidiasis Oral

Abstract

Human Imunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem imun manusia melalui ikatan antara protein virus dengan reseptor molekul CD4 pada sel limfosit T helper yang menyebabkan sekumpulan gejala berkurangnya kemampuan imunitas tubuh. Prevalensi HIV di Indonesia pada tahun 2022 yaitu sebanyak 329,5 ribu kasus HIV dengan kelompok umur terbesar antara 25-49 tahun. HIV berisiko pada semua orang dengan riwayat seksual, penggunaan jarum suntik bersama, transfuse darah, dan paparan cairan tubuh. Infeksi primer HIV memicu gejala infeksi akut non spesifik yang kemudian menimbulkan gejala dan tanda dengan 4 stadium klinis menurut WHO. Diagnosis HIV dilakukan melalui pemeriksaan serologis tes cepat atau EIA dan dikatakan positif apabila reaktif pada 3 kali serial tes. Prinsip terapi antiretroviral (ARV) adalah pemberian 3 jenis obat untuk menurunkan kadar viral load hingga tidak terdeteksi serta mengurangi risiko penularan HIV. Infeksi oportunistik dapat terjadi apabila kadar CD4 rendah. Kami melaporkan kasus HIV pada seorang perempuan 30 tahun dengan PCP dan Kandidiasis oral. Pasien datang dengan keluhan sesak yang memberat sejak seminggu terakhir dengan penurunan nafsu makan disertai penurunan berat badan >10% dalam dua tahun terakhir. Pemeriksaan fisik pasien ditemukan rhonki kasar pada kedua lapang paru. Pemeriksaan laboratorium didapatkan trombositopenia dengan. Pemeriksaan radiologi didapatkan adanya pneumonia. Pasien belum pernah melakukan pengobatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Du, P., Crook, T., Whitener, C., Albright, P., Greenawalt, D., & Zurlo, J. (2015). HIV transmission risk behaviors among people living with HIV/AIDS: The need to integrate HIV prevention interventions and public health strategies into HIV care. Journal of Public Health Management and Practice, 21(2), E1- E10.Kasper, D., Fauci, A., Hauser, S., Longo, D., Jameson, J., & Loscalzo, J. (2015). Harrison's principles of internal medicine, 19e (Vol. 1, No. 2). New York, NY, USA: Mcgraw-hill.

Kemenkes, R. I. (2022). Laporan Eksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan II Tahun 2022.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07 /MENKES/90/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana HIV. Purnamasari, D., Budi, D. T. S., & Palebangan,

C. N. (2022). Aspek diagnosis dan tatalaksana pasien koinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) dengan tuberkulosis (TB): Tantangan bagi klinisi di daerah perifer. Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 6(2), 25-30.

World Health Organization. (2015). Guide to monitoring and evaluation for collaborative TB/HIV activities--2015 Update. World Health Organization.

World Health Organization. (2016). Consolidated guidelines on the use of antiretroviral drugs for treating and preventing HIV infection:

Published

2026-02-24

How to Cite

Wanita Usia 30 Tahun dengan HIV dengan Komplikasi Pneumocystis Carinii Pneumonia (PCP) Serta Kandidiasis Oral. (2026). Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(1), 870-887. https://doi.org/10.71417/galen.v2i1.192