Gambaran Pola Asuh Orang Tua dan Kesehatan Mental Remaja di SMA Batik 1 Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.219Keywords:
Authoritarian Parenting, Adolescent Mental Health, Mental Health Inventory, Parental Bonding Instrument, SMA Batik 1 SurakartaAbstract
Masa remaja merupakan fase perkembangan kritis dengan perubahan hormonal, fisik, psikologis, dan sosial signifikan yang meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental dipengaruhi pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola asuh orang tua dan kesehatan mental remaja di SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian kuantitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 87 siswa dipilih purposive sampling dari populasi 670 siswa, menggunakan kuesioner Parental Bonding Instrument (PBI) dan Mental Health Inventory (MHI-38) dianalisis univariat distribusi frekuensi via SPSS. Hasil menunjukkan 86,2% mengalami pola asuh otoriter, sementara 56,3% kesehatan mental kurang baik, didominasi perempuan usia 16 tahun kelas XI. Pola asuh otoriter dengan kontrol tinggi minim kehangatan emosional berkontribusi terhadap distress psikologis remaja. Intervensi promosi pola asuh demokratis dan konseling berbasis sekolah direkomendasikan.
Downloads
References
Abidin, F. A., Yudiana, W., & Fadilah, S. H. (2022). Parenting style and emotional well-being among adolescents: The role of basic psychological needs satisfaction and frustration. Frontiers in Psychology, 13, Article 901646. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.901646
Andini Septia Irsanin. (2024). Hubungan pola asuh otoriter terhadap kesehatan mental remaja. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(5), 142–148. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i5.321
Asrulla, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Population and sampling (quantitative), and selection of key informants (qualitative) in a practical approach. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320–26332.
Atiqah, N., Sulhan, A., Ardaniah, N. H., & Rahmadi, M. S. (2024). Periodesasi perkembangan anak pada masa remaja: Tinjauan psikologi. Behavior: Jurnal Pendidikan Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(1), 9–36.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Emzir. (2022). Metode penelitian kualitatif: Kuantitatif. Prenada Media.
Goagoses, N., Bolz, T., Eilts, J., Schipper, N., Schütz, J., & Rademacher, A. (2023). Parenting dimensions/styles and emotion dysregulation in childhood and adolescence: A systematic review and meta-analysis. Current Psychology, 42(22), 18798–18822. https://doi.org/10.1007/s12144-022-03037-7
Haniyah, F. N., Novita, A., & Ruliani, S. N. (2022). Hubungan antara pola asuh orangtua, teman sebaya, lingkungan tempat tinggal dan sosial ekonomi dengan kesehatan mental remaja. Journal of Health Sciences, 1(7), 242–250. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i7.51
Irsanin. (2024). Hubungan pola asuh otoriter terhadap kesehatan mental remaja. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(5), 142–148. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i5.321
Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id
Muktar, M. (2024). Penurunan intensitas pendidikan Islam terhadap fluktuasi emosional pada remaja usia pertengahan. ISLAMIC PEDAGOGY: Journal of Islamic Education, 2(2), 34–46. https://doi.org/10.52029/ipjie.v2i2.255
Nurliza, A., Sari, N. Y., Karim, D., Sari, T. H., Keperawatan, F., & Riau, U. (2024). HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES PADA. 8(2), 167–178.
Pakpahan, A. F., Prasetio, A., Negara, E. S., Gurning, K., Situmorang, R. F. R., Tasnim, T., Sipayung, P. D., Sesilia, A. P., Rahayu, P. P., Purba, B., Chaerul, M., Yuniwati, I., Siagian, V., & Rantung, G. A. J. (2021). Metodologi penelitian ilmiah. [Penerbit tidak tersedia].
Potthoff, S., Gather, J., Hempeler, C., Gieselmann, A., & Scholten, M. (2022). "Voluntary in quotation marks": A conceptual model of psychological pressure in mental healthcare based on a grounded theory analysis of interviews with service users. BMC Psychiatry, 22(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12888-022-03810-9
Purnamasari, Y., Fitri, N., & Mardiana, N. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi gangguan mental emosional remaja SMA. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 609–616. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1527
Sanchis-Sanchis, A., Grau, M. D., Moliner, A. R., & Morales-Murillo, C. P. (2020). Effects of age and gender in emotion regulation of children and adolescents. Frontiers in Psychology, 11, Article 946. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.00946
Sari, A. R., & Utami, N. H. (2025). Hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Sosial Universitas Airlangga.
Silitonga, V. M. L., Fransiscus Josua, & Elvinawanty, R. (2021). Kematangan emosi ditinjau dari pola asuh otoriter orang tua pada siswa SMP Talitakum Medan. Psyche 165 Journal, 14(2), 164–172. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v14i2.56
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian pendidikan. Graha Ilmu.
Umar, H., & Masnawati, E. (2024). Peran lingkungan sekolah dalam pembentukan identitas remaja. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 3(2), 191–204. https://doi.org/10.58561/jkpi.v3i2.137
Zahira, A. A., Achdiani, Y., & Nastia, G. I. P. (2024). Pola asuh beracun sebagai faktor risiko munculnya depresi pada anak. Jurnal Tekonologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTPP), 2(3), 788–792.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vicka Aradea Irana, Tri Susilowati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












