Determinan Keluhan Nyeri Punggung pada Petani Padi saat Masa Tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.262Keywords:
Durasi Kerja, Keluhan Nyeri Punggung, Penggunaan Alat Bantu Kerja, Petani Padi, Postur KerjaAbstract
Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh petani padi akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam postur kerja yang tidak ergonomis. Pada saat masa tanam, petani padi umumnya bekerja dengan posisi membungkuk dalam waktu yang lama sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya keluhan nyeri punggung. Selain postur kerja, durasi kerja dan penggunaan alat bantu kerja juga diduga berhubungan dengan terjadinya keluhan nyeri punggung pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan keluhan nyeri punggung pada petani padi saat masa tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi di Desa Tegalasri pada saat masa tanam. Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja, kuesioner penggunaan alat bantu kerja, dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) untuk mengukur keluhan nyeri punggung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan Regresi Logistik Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki postur kerja dengan kategori risiko tinggi, durasi kerja ≤8 jam per hari, menggunakan alat bantu kerja yang tidak ergonomis, serta mengalami keluhan nyeri punggung kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan nyeri punggung dengan nilai p=0,000 dan koefisien korelasi r=0,723. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa postur kerja berpengaruh signifikan terhadap keluhan nyeri punggung (p=0,000), sedangkan durasi kerja (p=0,701) dan penggunaan alat bantu kerja (p=0,102) tidak berpengaruh signifikan terhadap keluhan nyeri punggung. Dapat disimpulkan bahwa postur kerja merupakan determinan utama keluhan nyeri punggung pada petani padi saat masa tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan postur kerja dan penerapan prinsip ergonomi selama bekerja untuk mengurangi risiko terjadinya keluhan nyeri punggung pada petani.
Downloads
References
Andini, F. (2015). Risk factors of low back pain in workers. Jurnal Majority, 4(1), 12–19.
Arikunto, S. (2017). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Ayudyah, E. A., Yuli, G., Agripina, A. H., & Prasetyo, H. (2019). Farmer’s work posture analysis of affected musculoskeletal disorders. Advances in Intelligent Systems Research, 173, 192–196.
Ernanda, Z., Shidiq, R. R., Ramadhani, R. S. S., Sugiyarti, Z., Fadhilah, S., Septiara, R., Agnesia, D. P., Purnomo, H., Tomiana, T., Yugantara, I., Sari, D. R. K., & Perdana, S. S. (2024). Manajemen edukasi dengan mengurangi nyeri pada kasus low back pain untuk meningkatkan produktivitas petani di Desa Pelemgadung, Sragen, Jawa Tengah. Compromise Journal: Community Professional Service Journal, 2(1), 61–66.
Grandjean, E. (2016). Fitting the task to the man: An ergonomic approach. CRC Press.
Herlinawati, A., Alhasfi, D., Ariyanto, T. I. R., Hapsari, D. Y., Ardianingsih, A. D., Rizqia, N. N., & Gunawan, Z. S. (2025). Identification of musculoskeletal disorders in garment workers using the Nordic Body Map (NBM).
Hidayat, A. A. A. (2011). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Salemba Medika.
HSE.co.id, & S.Kom, C. H. (2025, December 8). Panduan wajib pengertian K3 menurut para ahli dan implementasi di tempat kerja Jasa pengurusan SIA & SIO. HSE.co.id.
Hernandez, R., & Peterson, E. L. (2013). Low back pain: A biopsychosocial perspective. Journal of Occupational Health, 55(3), 145–152.
Jilan, Z. M., & Lestari, D. I. (2026). Analisis postur kerja terhadap gangguan musculoskeletal pada petani padi di Kecamatan Cilamaya Wetan. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 6(1), 514–522.
Keawduangdee, P., Puntumetakul, R., Swangnetr, M., Laohasiriwong, W., Settheetham, D., Yamauchi, J., & Boucaut, R. (2015). Prevalence of low back pain and associated factors among farmers during the rice transplanting process. Journal of Physical Therapy Science, 27(7), 2239–2245.
Nanta, S., & Ngara, H. A. (2025). Pendekatan metode Nordic Body Map dalam identifikasi risiko ergonomi (studi: kasus perawat poli RS X). Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 3(1), 26–36.
Ningsih, E. S., Fatimah, F. S., & Sarwadhamana, R. J. (2021). Uji validitas dan reliabilitas instrumen kuesioner manajemen talenta. Indonesian Journal of Hospital Administration, 4(2), 52–55. https://doi.org/10.21927/ijhaa.2021 .4(2).52-55
Pheasant, S. (2016). Bodyspace: Anthropometry, ergonomics and the design of work (3rd ed.). CRC Press.
Primandita, A. R., Ratriwardhani, R. A., Rhomadhoni, M. N., & Pangestu, S. S. (2025). Analisis postur kerja dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) pada petani di Desa Kemiri, Mojokerto. Identifikasi, 11(3), 764–769.
Putri, M. A., Andriyani, A., & Sekarputri, A. L. (2025). Hubungan durasi kerja dan postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja kantoran. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan.
Rezki, A. S., Maksum, A. H., Herwanto, D., & Rahmat, M. T. (2023). Analisis risiko postur kerja dengan metode Nordic Body Map, RULA dan REBA pada proses manual material handling pabrik kecap. Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri, 7(2), 86.
Salcha, M. A., & Juliani, A. (2021). Relationship between work posture and symptoms of musculoskeletal disorders in rice farmers. Miracle Journal of Public Health, 4(2), 195–201.
Sigit, N., & Ngara, H. A. (2025). Pendekatan metode Nordic Body Map dalam identifikasi risiko ergonomi (studi: kasus perawat poli RS X). Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 3(1), 26–36.
Tamala, A. (n.d.). Pengukuran keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja pengolah ikan menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA).
Tarwaka. (2014). Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja, dan produktivitas. Jurnal Ergonomi Indonesia, 10(2), 65–72.
Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Harapan Press.
Tarwaka. (2018). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Harapan Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kania Sukma Lembar Diningrum, Amarin Yudhana, Ukik Agustina, Reny Mareta Sari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












