Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon (Citrus) terhadap Penurunan Intensitas Dismenorepada Remaja di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.290Keywords:
Aromaterapi Lemon Citrus, Dismenore, Numeric Rating Scale (NRS), Nyeri Menstruasi, Remaja PutriAbstract
Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi yang disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin sehingga memicu kontraksi otot uterus. Di Jawa Tengah prevalensi dismenore mencapai 58%, sedangkan di Kota Surakarta mencapai 89,8%. Dismenore dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu pola tidur dan nafsu makan, serta menurunkan konsentrasi belajar sehingga berdampak pada prestasi akademik remaja. Aromaterapi lemon (citrus) salah satu metode nonfarmakologis yang memberikan efek relaksasi pada penurunan dismenore. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon (citrus) terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 65 siswi dengan sampel sebanyak 22 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan dengan menghirup 3 tetes aromaterapi lemon (citrus) pada tisu selama 5 menit sebanyak 2 kali sehari saat dismenore. Uji analisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai median intensitas dismenore sebelum pemberian aromaterapi lemon (citrus) sebesar 3,00 setelah pemberian aromaterapi lemon (citrus) intensitas dismenore mengalami penurunan dengan median sebesar 2,00 selisih penurunan pada sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lemon (citrus) sebesar 1,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,234 dengan p-value <0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lemon (citrus) berpengaruh terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
Downloads
References
Aisyaroh, N., Hudaya, I., & Safitri, S. (2022). Faktor yang menyebabkan dismenore pada remaja. 3(11).
Anggraini. (2022). Pengaruh senam dismenorea terhadap tingkat nyeri dismenorea mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(1), 218–224. https://doi.org/10.33024/jkm.v8i4.7214
Anggraini, & Fari. (2025). Perbedaan nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan senam dismenore. 8(1), 218–224.
Ardyantin, R., Alfitri, R., & Wildatrilupi, R. (2024). Pengaruh pemberian aromaterapi lemon dalam menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri di SMP PGRI 05 Tirtoyudo. 4.
Astuti, A., Maulani, & Suharti. (2025). Pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pascaoperasi di ruang bedah RSUD Hamba Muara Bulian Kabupaten Batanghari.
Chandra, A. (2023). Gambaran penggunaan media buku saku untuk pencegahan anemia pada siswi SMA di Kota Makassar.
Daulay, S. A. (2024). Tingkat keparahan dysmenorrhea pada remaja putri di SMAN 7 Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(2), 162–166. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i2.12451
Dwimisti, & Adiwiryono. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan dismenore primer. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 18(1), 61–75. https://doi.org/10.24853/jkk.18.1.61-75
Emril, et al. (2022). Mixed pain pada low back pain: Elaborasi dan identifikasi mixed pain in low back pain: Elaboration and identification. 5(3), 1–9.
Goss, G. L. (2023). Dysmenorrhea in adolescents. The Journal for Nurse Practitioners, 19(8), 104710. https://doi.org/10.1016/j.nurpra.2023.104710
Hartutik, S. (2023). Penerapan senam dismenore terhadap skala nyeri haid pada remaja putri di wilayah Desa Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. 1(4).
Hayya, et al. (2023). Hubungan tingkat stres, makanan cepat saji, dan aktivitas fisik terhadap menstruasi pada remaja di PMB N Jagakarsa. 2(4), 1338–1355.
Hendra, et al. (2024). Perbandingan efektivitas antara ibuprofen dan asam mefenamat terhadap tingkat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Batam. 14(1), 70–78.
Hervina, L. (2022). Ilmuwan Muslim: Ibnu Sina pelopor aromaterapi dan destilasi essential oil. 21(2), 174–185.
Hildayanti, R., Rahmawati, A., & Emi, S. (2022). Pengaruh pemberian dark chocolate terhadap penurunan tingkat dismenore pada remaja putri. 7(2), 1–12.
Kirsch, R., Kerolus, K., & Hasan, R. (2024). Dysmenorrhea: A narrative review of therapeutic options.
Mardon, A., Whitaker, L., Toobah, F., Girling, J., & Henry, C. (2024). Investigational drugs for the treatment of dysmenorrhea.
Martire, F. G., Costantini, E., Abate, C. D., Schettini, G., Sorrenti, G., Centini, G., Zupi, E., & Lazzeri, L. (2025). Endometriosis and adenomyosis: From pathogenesis to follow-up.
Meli, S., Astuti, D., & Fitriahadi, E. (2023). The treatment of dysmenorrhea among adolescent females, 0–2.
Mulyani, A., Zahara, E., & Rahmi. (2021). Literature review: Perbandingan tingkat nyeri menstruasi (dismenore) sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi pada remaja putri.
Nainar, A., Amalia, N., & Komariyah, L. (2024). Hubungan antara pengetahuan tentang menstruasi dan kesiapan menghadapi menarche pada siswi sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan. 7.
Nisa, K. (2023). The effect of giving lavender aromatherapy on primary menstrual pain (dysmenorrhea). 2(1), 10–15.
Palifiana, et al. (2023). Efektivitas yoga dan aromaterapi terhadap pengurangan kelelahan akademik mahasiswa. 14(2), 80–89.
Prakasiwi, & Sinta. (2025). Hubungan tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang. Insologi, 4(6), 1525–1534. https://doi.org/10.55123/insologi.v4i6.6691
Putri, & Fauzi. (2026). Kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lemon terhadap intensitas nyeri pada remaja dengan dismenore primer. Jurnal Sains dan Kesehatan, 7(1), 35–45. https://doi.org/10.30872/jsk.v7i1.884
Raharja, E. (2025). Nyeri dalam perspektif keperawatan: Teori, praktik, dan inovasi. PT Adab Indonesia.
Rahmawati, & Ghasya. (2024). Bagaimana pemahaman pribadi remaja tentang kondisi psikologisnya. Jurnal Dunia Pendidikan, 3, 67–78.
Retni, & Abdullah. (2025). The application of warm ginger compresses to reduce menstrual pain in female adolescents. 10(1).
Riniasih, W., Yesita, R., & Lia, P. (2023). Efektivitas aromaterapi lemon dengan teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Jepon. 8(1), 62–69.
Rumaisya, & Nahya. (2025). The effectiveness of lemongrass aromatherapy in reducing dysmenorrhea pain. 6(1), 170–175.
Saputra, D., Winahyu, D., & Nusantari, C. (2025). Hedonic test determination of protein content of functional drink from moringa leaf flour, green beans, and bananas using the Kjeldahl method. 10, 69–83.
Sari, et al. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. 8.
Sari, et al. (2025). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Observasi, wawancara, dan triangulasi. 5, 539–545.
Sunartono, Mutmainna, & Suryantara, B. (2026). Perbandingan efektivitas pemberian aromaterapi lemon. 16(1), 22–30.
Tusyukriyah, & Aisyah. (2022). Intervensi aromaterapi lemon untuk mengatasi dismenore.
Wafiroh, & Wulandari. (2021). Penerapan terapi kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada remaja putri dengan dismenore, 1–7.
Wati, et al. (2022). Penerapan guided imagery. Jurnal Cendikia Muda, 2, 375–382.
Wiyatagati, F. A., & Suprayogi, A. (2025). Variabilitas derajat dismenore pada wanita: Peran prostaglandin F2α. Jurnal Kebidanan Malahayati, 8(4), 743–751. https://doi.org/10.33024/jkm.v8i4.7214
Wulandari, & Widiyaningsih. (2023). Hubungan asupan Fe dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA dan SMK Batik Surakarta.
Yadav, & Jain. (2025). The effect of yoga on pain management in women with primary dysmenorrhea concerning the autonomic nervous system: A comprehensive review. 4(1), 22–28.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vera Khalimatun Firnanda, Rita Riyanti Kusumadewi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












