Case Report pada Akseptor Baru Kontrasepsi Suntik Progestin dengan Efek Samping Spotting di PMB M Klampis Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.264Keywords:
Kontrasepsi Suntik Progestin, SpottingAbstract
Kontrasepsi suntik progestin merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena memiliki efektivitas tinggi, praktis, dan mudah diterapkan. Namun, penggunaan kontrasepsi ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah spotting atau perdarahan bercak di luar siklus menstruasi, terutama pada akseptor baru. Kondisi tersebut sering menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran sehingga dapat memengaruhi keberlanjutan penggunaan kontrasepsi. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada akseptor baru kontrasepsi suntik progestin yang mengalami spotting melalui pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan yang meliputi pengkajian, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek dalam laporan ini adalah seorang akseptor baru kontrasepsi suntik progestin berusia 28 tahun yang mengalami spotting. Asuhan diberikan sebanyak tiga kali kunjungan pada bulan Juni 2026 di PMB Musdalifah Klampis Bangkalan. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dokumentasi, dan evaluasi perkembangan kondisi klien. Hasil asuhan menunjukkan bahwa klien mengalami spotting setelah penggunaan kontrasepsi suntik progestin disertai kecemasan, dengan kondisi umum, tanda-tanda vital, dan kadar hemoglobin dalam batas normal. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai efek samping kontrasepsi, dukungan emosional, edukasi personal hygiene, konseling pemenuhan gizi seimbang, kolaborasi pemberian pil kombinasi selama tujuh hari, serta pemantauan kondisi klien. Setelah tiga kali kunjungan, spotting berhasil teratasi, kecemasan berkurang, dan klien memutuskan untuk tetap melanjutkan penggunaan kontrasepsi suntik progestin. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif melalui edukasi, konseling, dukungan emosional, kolaborasi terapi, dan pemantauan berkala efektif dalam mengatasi spotting pada akseptor baru kontrasepsi suntik progestin serta meningkatkan pemahaman dan kepatuhan klien terhadap penggunaan kontrasepsi.
Downloads
References
Altifani, J. (2026). Hubungan lama pemakaian dengan gangguan menstruasi pada akseptor KB suntik 3 bulan (Depo Provera). Altifani: Jurnal, 6(2), 927–934. https://doi.org/10.59395/altifani.v6i2.970
Anggeriani, R., et al. (2022). Terhadap siklus haid akseptor KB di PMB Yosephine Palembang tahun 2022. Jurnal Kesehatan Abdurrahman Palembang, 12(2), 65–72.
Aprilia, A., & Wijhati, E. R. (2025). Asuhan kebidanan pada akseptor KB 3 bulan di PMB Istri Utami (Midwifery care for 3 month KB acceptors at PMB Istri Utami). Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 1030–1037.
Arifah, A. H. P., & S. (2024). Asuhan komprehensif efek samping spotting pada akseptor KB suntik 3 bulan (Comprehensive care for spotting side effects in 3-month injectable birth control acceptors). Jurnal Kebidanan, 2, 316–321.
Astuti, L., et al. (2024). Asuhan kebidanan keluarga berencana pada Ny. S umur 31 tahun akseptor suntik 3 bulan Depo-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan spotting di Puskesmas Tegalrejo.
Bulan, S., et al. (2025). Perubahan siklus menstruasi akseptor kontrasepsi suntik 1 bulan Cyclofem dan suntik 2 bulan Gestin F2. Jurnal, 12(1), 27–37.
Diyanasri, M., Tat, F., & Gatum, A. M. (2023). Hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) dengan gangguan menstruasi pada akseptor kontrasepsi suntik. Jurnal, 6.
Fitriana, A., et al. (2025). Efek samping kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetat): Literature review. JWHM: Journal of Women’s Health and Midwifepreneurship Original Paper, 1(1), 1.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Maufiroh. (2021). Penatalaksanaan spotting pada akseptor suntik 3 bulan. Repository STIKes NHM.
Murniati, I. A., Suriana, N. P. W., & Mawar, A. (2024). Reviu literatur: Efek samping penggunaan kontrasepsi suntik. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 24(2), 278–288. https://doi.org/10.35965/eco.v24i2.4672
Nurvalen, F., & Retnawati, S. A. (2023). Dengan spotting di Puskesmas Tanjungpinang tahun 2023. Jurnal, 15(2), 51–57.
Prasida, D. W. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan alat kontrasepsi. Jurnal, 4(2), 809–813.
Puspitasari, R. (2023). Asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik. Paper Knowledge: Toward a Media History of Documents, 1, 460–466.
Rahayu, F. D. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan dan kepuasan WUS terhadap kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman Yogyakarta. JIK MMY: Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta, 3(2), 23–30.
Raihana, R., et al. (2025). Hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian spotting di PMB Bakti Ibu Martapura. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8), 1327–1334. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i8.242
Saidah, N. (2024). Motif penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan pada akseptor. Jurnal, 2(1), 306–312.
Saputri, N., Ningsih, N. K., & Lestari, S. (2025). Pengaruh penggunaan KB suntik 3 bulan dan non-kontrasepsi terhadap siklus menstruasi wanita usia subur. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 14(1), 28–34. https://doi.org/10.36565/jab.v14i1.822
Sitepu, J., & Pasaribu, A. (2022). Hubungan efek samping dengan kecemasan akseptor KB suntik 3 bulan. Jambura Health and Sport Journal, 4(1), 37–43. https://doi.org/10.37311/jhsj.v4i1.13570
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Animmunifah, Esyuananik, Rodiyatun, Siti Anisak (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












