Efektifitas Mobilisasi Dini dan Teknik Relaksasi terhadap Penurunan Nyeri Luka Pasien Post SC di RSU Bethesda Serukam
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.316Keywords:
mobilisasi dini, teknik relaksasi, nyeri luka, Sectio Caesarea, post SCAbstract
Sectio Caesarea (SC) adalah persalinan yang dijalani melalui pembedahan, menyebabkan adanya luka sayatan dan menimbulkan rasa sakit setelahnya. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat membatasi gerak pasien, memperlambat penyembuhan luka, menyulitkan ibu merawat sang bayi, serta meningkatkan risiko munculnya komplikasi. Studi ini bertujuan untuk mengukur seberapa berhasil mobilisasi dini dan teknik relaksasi dalam meringankan nyeri luka pasca Sectio Caesarea di RSU Bethesda Serukam, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini memakai rancangan pra-eksperimental dengan metode one group pretest-posttest. Sebanyak 30 partisipan dipilih menjadi sampel melalui teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur memakai Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi mobilisasi dini serta teknik relaksasi. Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat. Hasil uji Shapiro–Wilk memperlihatkan nilai signifikansi pre-test sebesar 0,002 dan post-test sebesar 0,000, mengindikasikan data tidak terdistribusi secara normal. Analisis berlanjut dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Sebelum intervensi, sebagian besar partisipan merasakan nyeri tingkat sedang sampai berat, sementara sesudah intervensi, sebagian besar merasakan nyeri yang ringan. Mobilisasi dini dan teknik relaksasi terbukti efektif mengurangi nyeri luka pada pasien pasca Sectio Caesarea dan bisa digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis tambahan dalam praktik kebidanan dan keperawatan.
Downloads
References
Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan persalinan melalui pembedahan yang menyebabkan luka insisi sehingga menimbulkan nyeri pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat mobilisasi, memperlambat proses penyembuhan luka, mengganggu aktivitas ibu dalam merawat bayi, serta meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini dan teknik relaksasi terhadap penurunan nyeri luka pada pasien post Sectio Caesarea di RSU Bethesda Serukam Kabupaten Bengkayang. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi mobilisasi dini dan teknik relaksasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Shapiro–Wilk menunjukkan nilai signifikansi pre-test sebesar 0,002 dan post-test sebesar 0,000 sehingga data tidak berdistribusi normal. Analisis dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang hingga berat, sedangkan sesudah intervensi sebagian besar mengalami nyeri ringan. Mobilisasi dini dan teknik relaksasi efektif dalam menurunkan nyeri luka pasien post Sectio Caesarea dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan dan keperawatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Floriana Juliana Debi, Suparmi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












