Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kepatuhan Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care (Anc) di Pmb Clinicare Kartasura
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.248Kata Kunci:
pengetahuan, tanda bahaya kehamilan, kepatuhan, antenatal care, ibu hamilAbstrak
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dapat disertai komplikasi apabila tanda bahaya kehamilan tidak dikenali dan ditangani sejak dini, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC) menjadi upaya penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan pemeriksaan ANC di PMB CliniCare Kartasura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 15 item (Benar–Salah) adaptasi dari Iswidayanti, sedangkan kepatuhan ANC dinilai melalui lembar observasi berdasarkan catatan kunjungan pada buku KIA. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Freeman Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (40,0%), diikuti pengetahuan baik (36,7%) dan kurang (23,3%). Sebanyak 53,3% responden patuh melakukan pemeriksaan ANC. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan ANC (p = 0,001; p < 0,05), dengan kekuatan hubungan kategori sedang (Contingency Coefficient = 0,568). Seluruh responden berpengetahuan kurang (100%) tidak patuh melakukan ANC, sedangkan 90,9% responden berpengetahuan baik patuh melakukan ANC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam mendorong kepatuhan pemeriksaan ANC, sehingga edukasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan perlu terus dilakukan.
Unduhan
Referensi
Abdiwali, S. A., Adesina, O., & Fekadu, A. (2024). Barriers and facilitators to antenatal care services utilisation in Somaliland: A qualitative study. BMJ Open, 14(11), 1–11. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-085073
Andarwulan, S., Rihardini, T., & Solichatin. (2024). Edukasi kesehatan tentang pemeriksaan antenatal care berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6). https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.998
Asmin, E., Mangosa, A. B., Kailola, N., & Tahitu, R. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Rijali tahun 2021. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 7(1), 458–464. https://doi.org/10.14710/jekk.v7i1.131611
Dina, A., Azizah, N., Mahmud, M. A., & Suryani. (2023). Adaptasi anatomi & fisiologi dalam kehamilan (1st ed.). Yayasan Kita Menulis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.
Eliufoo, E., Majengo, V., Tian, Y., & Bintabara, D. (2024). Determinants of adequate antenatal care visits among pregnant women in low-resource setting: Evidence from Tanzania national survey. BMC Pregnancy and Childbirth, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12884-024-06989-9
Fajri, F., & Bahrum, S. W. (2022). Peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan penyuluhan berbasis media. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora, 1(2), 33–37. https://doi.org/10.33860/jpml.v1i2.1029
Febriyeni, & Vedja, M. (2021). Asuhan kebidanan kehamilan komprehensif. Yayasan Kita Menulis.
Ferinawati, & Husniati. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di UPTD Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10(1), 450–464.
Kemenkes RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kolantung, P. M., Mayulu, N., & Kundre, R. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care (ANC): Systematic review. Jurnal Keperawatan, 9(2), 40–53. https://doi.org/10.35790/jkp.v9i2.36780
Kurniati, A., Wantonoro, W., & Rokhanawati, D. (2022). Pregnant woman’s knowledge to the danger signs of pregnancy. International Journal of Health & Medical Sciences, 5(4), 276–285. https://doi.org/10.21744/ijhms.v5n4.1953
Kurniawati, D. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil melakukan antenatal care (ANC) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Namang Kabupaten Bangka Tengah tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 953–968. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.41825
Lilis, N., Harismayanti, & Retni, A. (2023). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan jumlah kunjungan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(2), 410–421. https://doi.org/10.48175/ijarsct-13062
Mailita, W., & Ririn. (2022). Pentingnya deteksi dini tanda dan bahaya kehamilan pada ibu hamil di Puskesmas Andalas Padang. Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK), 1(2), 30–34. https://doi.org/10.33757/jpik.v1i2.11
Misliati, M., Maidar, M., & Wardiati, W. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC) di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(4), 439–447. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i4.1224
Mwenebanda, E., Machado, A., Patel, A. I., Nyondo-Mipando, A. L., & Chiumia, I. K. (2024). Factors influencing antenatal care attendance in the eight contact era policy: A case of selected maternal health service facilities in Blantyre, Malawi. BMC Pregnancy and Childbirth, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12884-024-06895-0
Norfitri, R., Zubaidah, Z., & Hayani, R. (2024). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan melakukan antenatal care. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 12(1), 31–36. https://doi.org/10.54004/jikis.v12i1.176
Paramita, N. M. D., Sriatmi, A., & Nandini, N. (2023). Determinan utilisasi layanan antenatal care 6 kali di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Ikesma), 19(2), 142–151. https://doi.org/10.19184/ikesma.v19i2.35448
Rahmawati, N. (2021). Penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan K1–K4 di wilayah. Jurnal ABDI MASADA, 1, 45–52.
Rainuny, Y. R., Said, F. I., & Joni, Y. N. (2024). Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda dan bahaya kehamilan. Jurnal Kesehatan, 12(1), 121–132. https://doi.org/10.35913/jk.v12i1.620
Ridwan, M., Syukri, A., & Badarussyamsi, B. (2021). Studi analisis tentang makna pengetahuan dan ilmu pengetahuan serta jenis dan sumbernya. Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin, 4(1), 31. https://doi.org/10.52626/jg.v4i1.96
Rihana, N., Zubaidah, & Risda, H. (2024). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan melakukan antenatal care. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 12(1), 31–36. https://doi.org/10.54004/jikis.v12i1.176
Sari, M. H. N., Langoday, L. P. L., Muyassaroh, Y., & Nuryanti, E. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal ke 6 (K6). Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.31983/jomisbar.v7i1.13013
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Surani, & Roslaini. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan perawatan antenatal. Jurnal Kesehatan Akimal, 2(2).
Tamaulina Br. Sembiring, Irmawati, Sabir, M., & Ilyas, T. (2023). Buku ajar metodologi penelitian: Teori dan praktik pendekatan.
Tanjung, F., Effendy, I., & Utami, T. N. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Sambas Kota Sibolga tahun 2022. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa, 10(2), 79–90.
Wahidamunir, W. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care. J-HEST Journal of Health Education Economics Science and Technology, 2(1). https://doi.org/10.36339/jhest.v2i1.35
Wulan, W., Dwianto, I., & Sarumi, R. (2024). Hubungan pengetahuan tanda bahaya kehamilan dengan kateraturan ANC di wilayah kerja Puskesmas Watopute. Jurnal Promotif Preventif, 7(6), 1238–1243. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i6.1591
Wulandari, S. R. I., Lestari, W., & Delli, H. (2023). Analisis pengetahuan ibu primigravida tentang tanda bahaya kehamilan. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 2(2), 87–95. https://doi.org/10.57218/jkj.vol2.iss2.901
Susanti, A., Sunaryanti, B., & Resti W, F. E. (2020). Tingkat pengetahuan ibu hamil dalam meningkatkan keteraturan kunjungan ANC. Jurnal Kebidanan Indonesia: Journal of Indonesia Midwifery, 11(1), 98–104. https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.330
Triana, A., Febriati, R., Megasari, M., & Israyati, N. (2021). Buku ajar asuhan kebidanan kehamilan. Program Studi DIII Kebidanan STIKes Hang Tuah Pekanbaru.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Naina Sonia Kholifaturrosidah, Kamidah (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












