Pengaruh Aromaterapi Atsiri Mawar terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Moro Tahun 2023
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.250Kata Kunci:
Aromaterapi mawar, Nyeri persalinan, Kala I fase aktif, Ibu primigravida, Terapi nonfarmakologisAbstrak
Nyeri persalinan merupakan respons fisiologis yang dialami ibu selama proses persalinan. Apabila tidak dikelola dengan baik, nyeri dapat meningkatkan stres, mengganggu kontraksi uterus, memperpanjang proses persalinan, serta berdampak pada kesejahteraan ibu dan janin. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah aromaterapi minyak atsiri mawar yang memiliki efek relaksasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian aromaterapi atsiri mawar terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida di wilayah kerja Puskesmas Moro Tahun 2023. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 16 orang dengan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Skala Nyeri Bourbanis dan dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil menunjukkan rerata nyeri pada kelompok kontrol sebesar 7,63, sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan rerata dari 6,69 menjadi 5,63 setelah pemberian aromaterapi. Hasil uji t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa aromaterapi atsiri mawar berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif dan berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman, sederhana, dan efektif.
Unduhan
Referensi
AS, M. S., Masthura, S., & Desreza, N. (2022). Pengaruh pemberian aromaterapi mawar terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah Kota Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(2), 590–598.
Aulya, Y., Widowati, R., & Afni, D. N. (2021). Perbandingan efektivitas aromaterapi lavender dan mawar terhadap kecemasan ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Walantaka Serang. Journal for Quality in Women's Health, 4(1), 62–69. https://doi.org/10.30994/jqwh.v4i1.106
Fajaryani, T., Sucipto, E., & Andari, I. D. (2014). Perbedaan tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin normal kala I primigravida dan multigravida di BPM Ny. M Slerok Kota Tegal Tahun 2014. Siklus, 3(1), 12–26.
Jasmi, J., Susilawati, E., & Andriana, A. (2020). Pengaruh pemberian rose effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada persalinan normal primigravida di Bidan Praktik Mandiri Ernita Kota Pekanbaru. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 4(1), 9–14.
Meti, P., & Wahyuni, S. (2020). Aromaterapi untuk mengurangi nyeri persalinan. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 3, 8–13. http://journals.poltekesbph.ac.id/index.php/pertiwi/article/view/78/59
Patimah, M., & Sundari, S. W. (2020). Aromaterapi untuk mengurangi nyeri persalinan. Dalam Proceeding Book Health National Conference: Stunting dan 8000 Hari Pertama Kehidupan (hlm. 45–48). http://hnc.ummat.ac.id
Putri, M. E. (2020). Terapi komplementer sensory therapies movement untuk mengurangi nyeri: Literature review. Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya, 15(1), 17–27. https://doi.org/10.30643/jiksht.v15i1.82
Ridha Sofia, H., Wiwin, M. P., & Etin, R. (2018). Perbandingan pengaruh aromaterapi mawar dan massage effleurage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Jurnal Bidan Midwife Journal, 4(2), 66–72.
Sari, P. N., & Sanjaya, R. (2020). Pengaruh aromaterapi lavender terhadap nyeri persalinan. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 45–49.
Sholehah, K. S., Arlym, L. T., & Putra, A. N. (2020). Pengaruh aromaterapi minyak atsiri mawar terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Pangalengan Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 39–51. https://doi.org/10.37012/jik.v12i1.116
Sugianti, T., & Joeliatin, J. (2019). Efektivitas manajemen nyeri dengan kompres dan relaksasi genggam jari terhadap nyeri saat persalinan kala I fase aktif (Studi kasus di wilayah kerja Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2019). Jurnal Kesehatan, 7(2), 64–68.
Utami, F. S., & Putri, I. M. (2020). Penatalaksanaan nyeri persalinan normal. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM Mataram, 5(2), 107–109.
Widiawati, I., & Legiati, T. (2018). Mengenal nyeri persalinan pada primipara dan multipara. Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS, 2(1), 42–48.
Yuniati, S. P. (2022). Hama dan penyakit tanaman pada bunga melati, kenanga dan mawar. Dalam Bunga Rampai Hasil Penelitian Terapan: Potensi Pengembangan Komoditas Bunga Melati, Kenanga dan Mawar untuk Minyak Atsiri dan Diversifikasi Produknya di Kalimantan Selatan (hlm. 73).
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jeni Asrani, Catur Yulinawati, Nurma Zela Gustina (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












