Perbedaan Skor Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 Sebelum dan Sesudah Pemberian Air Kelapa Muda di Puskesmas Sangkrah
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.272Kata Kunci:
Air Kelapa Muda, Mual MuntahAbstrak
Mual muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester pertama dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini juga berisiko menyebabkan dehidrasi, penurunan nafsu makan, serta gangguan keseimbangan elektrolit yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin, seperti risiko berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Di Jawa Tengah, prevalensi ibu hamil yang mengalami mual muntah mencapai 40–60%. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian air kelapa muda karena mengandung elektrolit yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengurangi keluhan mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama sebelum dan sesudah diberikan air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah, dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian air kelapa muda sebanyak 300 ml per hari selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual muntah sebelum diberikan intervensi sebesar 7,95, sedangkan setelah pemberian air kelapa muda menurun menjadi 4,86. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (α=0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor mual muntah yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian air kelapa muda. Kesimpulannya, pemberian air kelapa muda efektif dalam menurunkan skor mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Unduhan
Referensi
Ajithakumari, G. (2024). Sample size determination and sampling technique. International Journal of Scientific and Research Publications, 13(9), 1432–1440. https://doi.org/10.21275/ES24924103353
Arifin, D. N., & Juliarti, W. (2022). Asuhan kebidanan pada ibu hamil mual muntah dengan pemberian seduhan jahe emprit di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru tahun 2022. Jurnal Kebidanan Terkini, 2(2), 7. https://ejournal.itekes-bali.ac.id/jrkn/article/view/367/206
Artamevia, J. N., & Soimah, N. (2023). Asuhan kebidanan kehamilan trimester I dengan keluhan mual dan muntah. Prosiding Seminar Nasional, 1, 715–724.
Cholis, H. K. (2024). Tinjauan pustaka tentang penggunaan akupunktur pada ibu. International Journal of Research and Scientific Studies, 2, 1–13. https://jujurnal.com/index.php/ijrss
Citra Hariati, M., Markus Sembiring, I., & Andini Harahap, F. (2025). Pengaruh konsumsi air kelapa muda (Cocos nucifera L.) dan madu terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Tropical Public Health Journal, 5(1), 52–60. https://doi.org/10.32734/trophico.v5i1.21280
Ebrahimi, N., Maltepe, C., Bournissen, F. G., & Koren, G. (2009). Nausea and vomiting of pregnancy: Using the 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) scale. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 31(9), 803–807. https://doi.org/10.1016/S1701-2163(16)34298-0
Elkins, J. R., Oxentenko, A. S., & Nguyen, L. A. B. (2022). Hyperemesis gravidarum and nutritional support. The American Journal of Gastroenterology, 117(October), 2–9. https://journals.lww.com/ajg/fulltext/2022/10001/hyperemesis_gravidarum_and_nutritional_support.2.aspx
Fauziah, N. A., & Sari, D. N. (2022). Faktor–faktor yang mempengaruhi emesis gravidarum pada ibu. Jurnal Medika Indonesia, 3(1), 13–18. https://doi.org/10.47679/makein.202227
Garmaa, G., et al. (2025). Inhaling peppermint essential oil as a promising complementary therapy in the treatment of nausea and vomiting. Journal of Clinical Medicine, 1–25.
Hadya, R., & Sulaiman. (2024). Efektivitas pemberian kapulaga jahe dalam mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. Jurnal Kesehatan, 1(2), 173–180.
Hindrati, F., & Indah, S. (2022). Kecemasan dan mual muntah trimester I selama pandemi. Pekanbaru: Natika.
Istikhomah, H., Wahyuni, S., & Suryani, E. (2024). Perbandingan pemberian akupresur titik Neiguan dengan air kelapa pada ibu hamil trimester I dalam menurunkan mual muntah. Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(2), 86–97.
Jannah, M., & Rahmawati, A. (2021). Efektivitas pemberian aromaterapi lemon untuk menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I: Literature review. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 11, 191–195. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/PJKM/article/view/2057
Koren, G., & Cohen, R. (2020). Measuring the severity of nausea and vomiting of pregnancy: A 20-year perspective on the use of the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE). Journal of Obstetrics and Gynaecology, 1–5. https://doi.org/10.1080/01443615.2020.1787968
Kurniawati, N., Fransiskus, X., & Xaverius, A. N. (2025). Tinjauan mual dan muntah: Etiologi, patofisiologi, dan pemilihan antiemetik pada berbagai kondisi klinis. Jurnal Kesehatan, 2(1), 40–69.
Mithawati, R. C., et al. (2025). Studi kasus pada ibu hamil mual muntah trimester pertama dengan pemberian seduhan teh daun mint dan madu di Puskesmas Rowosari.
Nadila, E., Azzahro, F., & Hasanah, F. Y. (2022). Composition and potency of young coconut water for health (Cocos nucifera L.): A systematic review. Indonesian Journal of Biomedical Research, 1(1), 10–18. https://doi.org/10.20884/1.ijbnr.2022.1.1.6528
Rahmayanti Agustini, & Nofa Anggriani. (2023). Effectiveness of coconut water and red ginger on decreasing emesis gravidarum at TPMB Rahmayanti Agustini year 2022. International Journal of Medicine and Health, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.55606/ijmh.v2i1.948
Raza, M. (2024). Is coconut water truly a miracle drink in pregnancy or a myth? Sains Medika Journal, 40(8), 12669. https://doi.org/10.30994/sjik.v8i2.225
Riadinni, A., & Nova Rani, M. (2021). Studi literatur: Terapi komplementer untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil.
Sari, I. D., Suwardi, S., & Sormin, L. (2024). Analisis faktor risiko terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Jurnal Kesehatan, 4(1), 695–702.
Sitawati, et al. (2023). Asuhan kebidanan pada kehamilan untuk ibu dan generasi sehat. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang.
Su-Ji, C., Choi, S., & Kim, D. (2025). Acupuncture and herbal medicine for nausea and vomiting in pregnancy: An overview and quality assessment of systematic reviews. https://www.dovepress.com/article/download/102865
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kombinasi: Mixed methods. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulastri, Mintarsih, S., & Rahayu, Y. D. (2022). Jurnal ilmu kedokteran dan kesehatan Indonesia. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 2(1), 0–5.
Susilawati, Sutrisminah, E., & Wulandari, R. C. L. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester 1: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(4), 778–786. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i4.4740
Ulya, F. H., et al. (2024). Kombinasi akupresur P6 dan aromaterapi peppermint terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan, 15, 253–260.
Umiatin, I. H. (2022). Perbandingan pemberian air kelapa dengan jahe merah pada ibu hamil trimester I dalam menurunkan hiperemesis gravidarum di BPM Umiatin. Jurnal Ilmu Kesehatan, 4. https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/6485
Utari, M. D., Ihsan, S., & Suheimi, I. (2025). Efektivitas hipnoterapi terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I dan II di RS PMC. Jurnal Kesehatan, 5(1), 125–130.
Yilmaz, T., et al. (2022). Psychometric properties of the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) scale. Journal of Obstetrics and Gynaecology, 1–7. https://doi.org/10.1080/01443615.2022.2036961
Zhang, Y., et al. (2024). Chemical components, nutritional value, volatile organic compounds and biological activities in vitro of coconut. Foods. https://doi.org/10.3390/foods13060863
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Indriyana Sholikhah, Enny Yuliaswati (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












