Perbandingan Hasil Pemeriksaan STH (Soil Transmitted Helminth) Menggunakan Pewarna Alternatif Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan) sebagai Pengganti Eosin 2%

Penulis

  • Arcelaus Agung Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda Penulis
  • Rinda Aulia Utami Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71417/galen.v3i1.322

Kata Kunci:

Kayu Secang (Caesalpinia Sappan), STH, Eosin 2, Pewarna

Abstrak

Latar Belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminth (STH) seperti Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura mengganggu pertumbuhan dan gizi. Diagnosis feses umumnya memakai pewarna sintetik Eosin 2% yang toksik dan tidak ramah lingkungan. Kayu secang (Caesalpinia sappan) memiliki senyawa flavonoid, tannin dan pigmen alami (brazilin), sehingga berpotensi sebagai pewarna alternatif yang aman. Tujuan: Menganalisis perbandingan kualitas pewarnaan latar belakang, kontras visual, dan kejelasan morfologi telur STH antara Eosin 2% dan ekstrak kayu secang. Metode: Penelitian quasi-eksperimen (post-test only) ini membagi 24 preparat feses positif STH menjadi 4 kelompok (n=6): Eosin 2%, serta ekstrak kayu secang 20%, 30%, dan 40%. Ekstrak dimaserasi dengan etanol 96%, dipekatkan, dan diencerkan pada pH 8,3. Preparat (metode natif) diamati di bawah mikroskop 10× dan 40×. Kualitas pewarnaan dinilai menggunakan skor dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Ekstrak kayu secang mengandung senyawa yang mendukung perannya sebagai pewarna alami. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna (p=0,074) antara kualitas pewarnaan Eosin 2% dan ekstrak kayu secang. Konsentrasi 30% dan 40% memberikan latar belakang yang bersih dan kontras morfologi telur yang jelas, mendekati kualitas Eosin 2%. Kesimpulan: Kualitas pewarnaan ekstrak kayu secang tergolong baik (skor rata-rata: 20%=4,33; 30%=4,17; 40%=4,50). Konsentrasi 40% memberikan hasil terbaik dengan latar belakang terwarnai bersih dan penyerapan warna yang optimal pada morfologi telur.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agrawal, A., et al. (2024). Prevalence and correlates of soil-transmitted helminths in schoolchildren aged 5 to 18 years in low- and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Public Health, 12, Article 1283054. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1283054

Astuti, E. P., Hendri, J., Yuliasih, Y., Sulaeman, R. P., Isnani, T., Saputra, S., Nugroho, H. A., Dhewantara, P. W., & Murni, I. K. (2024). Prevalence and risk factors of soil-transmitted helminth infections among school-aged children in Garut, Indonesia: Insights from a six-year deworming intervention. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine.

Charisma, A. M., & Prasetyo, R. (2024). Hasil pemeriksaan telur Soil Transmitted Helminth menggunakan campuran pewarna alami dari daun miana dan kulit buah naga. Klinikal Sains: Jurnal Analis Kesehatan, 12(1). https://doi.org/10.36341/klinikal_sains.v12i1.4098

Chen, J., Gong, Y., Chen, Q., Li, S., & Zhou, Y. (2024). Global burden of soil-transmitted helminth infections, 1990–2021. Infectious Diseases of Poverty, 13, Article 77. https://doi.org/10.1186/s40249-024-01238-9

Clark, J. S. C., Kulig, P., Podsiadło, K., Rydzewska, K., Arabski, K., Białecka, M., Safranow, K., & Ciechanowicz, A. (2023). Empirical investigations into Kruskal-Wallis power studies utilizing Bernstein fits, simulations and medical study datasets. Scientific Reports, 13, Article 2352. https://doi.org/10.1038/s41598-023-29308-2

Fachsyar, A. F. (2021). Potensi Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Pengganti Safranin Pada Pewarnaan Gram Dan Eosin Pada Pemeriksaan Telur Cacing. Rogram Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes, 167–186.

Fauziah, N., Ar-Rizqi, M. A., Hana, S., Patahuddin, N. M., & Diptyanusa, A. (2022). Stunting as a risk factor of soil-transmitted helminthiasis in children: A literature review. Interdisciplinary Perspectives on Infectious Diseases, 2022, Article 8929025. https://doi.org/10.1155/2022/8929025

Fauziah, N., Aviani, J. K., Agrianfanny, Y. N., & Fatimah, S. N. (2022). Intestinal parasitic infection and nutritional status in children under five years old: A systematic review. Tropical Medicine and Infectious Disease, 7(11), Article 371. https://doi.org/10.3390/tropicalmed7110371

Insuan, W., Sillawatthumrong, N., Chahomchuen, T., Khamchun, S., Chueahongthong, F., & Insuan, O. (2024). Brazilin content and potential biological properties of Caesalpinia sappan L. heartwood extracts from different extraction methods. Discover Applied Sciences, 6, Article 509. https://doi.org/10.1007/s42452-024-06222-4

Munawaroh, S., & Shofi, M. (2023). Modifikasi pewarna alami ekstrak etanol Sappan lignum pada pewarnaan Soil Transmitted Helminth pengganti eosin 2%. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 1553–1562. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v11i2.9245

Ngamwonglumlert, L., & Devahastin, S. (2023). Brazilein as an alternative pigment: Isolation, characterization, stability enhancement and food applications. Food Chemistry, 398, Article 133898. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2022.133898

Ngamwonglumlert, L., Devahastin, S., Chiewchan, N., & Raghavan, G. S. V. (2020). Color and molecular structure alterations of brazilein extracted from Caesalpinia sappan L. under different pH and heating conditions. Scientific Reports, 10, Article 12386. https://doi.org/10.1038/s41598-020-69189-3

Rizki, Z., Ardhya, Y., & Fajarna, F. (2023). Optimasi penggunaan air perasan bunga asoka merah (Ixora coccinea) sebagai pengganti eosin pada pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminth. Jurnal SAGO: Gizi dan Kesehatan, 4(2), 271–277. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1235

Salnus, S., Arwie, D., & Armah, Z. (2021). Ekstrak antosianin dari ubi ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai pewarna alami pada pemeriksaan Soil Transmitted Helminths (STH) metode natif (direct slide). Jurnal Kesehatan Panrita Husada, 6(2), 188–194. https://doi.org/10.37362/jkph.v6i2.649

Sunarpo, J. H., Ishartadiati, K., Al Aska, A. A., Sahadewa, S., & Sanjaya, A. (2023). The impact of soil-transmitted helminths infection on growth impairment: Systematic review and meta-analysis. Healthcare in Low-resource Settings, 11(2). https://doi.org/10.4081/hls.2023.11742

Diterbitkan

2026-10-11

Cara Mengutip

Perbandingan Hasil Pemeriksaan STH (Soil Transmitted Helminth) Menggunakan Pewarna Alternatif Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan) sebagai Pengganti Eosin 2%. (2026). Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 3(1), 58-76. https://doi.org/10.71417/galen.v3i1.322