Pemberian Foto Therapy Terhadap Derajat Ikterus pada Bayi Neonatorum di Ruang Perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara
DOI:
https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.80Kata Kunci:
Fototerapi,Ikterus NeonatorumAbstrak
Angka kematian bayi masih menjadi masalah kesehatan global, dan ikterus neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Sebagian besar bayi baru lahir, baik cukup bulan maupun prematur, berisiko mengalami ikterus yang dapat berkembang menjadi hiperbilirubinemia berat apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fototerapi terhadap derajat ikterus pada bayi neonatorum di ruang perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 35 bayi yang dipilih secara purposive dari total 55 bayi yang dirawat pada periode Januari hingga April 2025. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin sebelum pemberian fototerapi adalah 16,66 mg/dL dan menurun menjadi 10,47 mg/dL setelah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,038 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian fototerapi. Kesimpulannya, fototerapi terbukti efektif dalam menurunkan derajat ikterus pada bayi neonatorum, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi standar dalam penanganan hiperbilirubinemia neonatal.
Unduhan
Referensi
Alim, N., Prasetyo, D. S., & Rizki, S. (2021). Pengaruh fototerapi terhadap kadar bilirubin pada neonatus di RSUD Kota Surabaya. Jurnal Kesehatan Bayi Indonesia, 8(1), 22–27.
Chen, H. Y., Chen, C. Y., & Tsao, P. N. (2020). The efficacy of phototherapy in neonatal hyperbilirubinemia: A systematic review. Journal of Neonatal Nursing, 26(2), 85–91.
Kemenkes RI. (2021). Pedoman Pelayanan Neonatus dan Bayi Muda di Fasilitas Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kliegman, R. M. (2020). Nelson Textbook of Pediatrics (21st ed.). Philadelphia: Elsevier.
Maisels, M. J., & McDonagh, A. F. (2020). Phototherapy for neonatal jaundice. The New England Journal of Medicine, 382(6), 543–551.
Putri, M. E., & Widodo, W. (2024). Efektivitas terapi sinar terhadap hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Jurnal Keperawatan Anak Indonesia, 9(1), 33–39.
Rohsiswatmo, R., & Amandito, R. F. (2018). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: EGC.
Sari, M. N., & Pramono, D. (2022). Efektivitas fototerapi terhadap penurunan kadar bilirubin pada neonatus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Keperawatan Neonatus Indonesia, 4(1), 14–21.
Sari, M. N., Pramono, D., & Ramadhan, H. (2023). Perbandingan fototerapi tunggal dan ganda terhadap penurunan bilirubin. Jurnal Kesehatan Masyarakat Semarang, 11(2), 118–125.
Susilo, A., & Arwani, R. (2021). Pengaruh fototerapi terhadap hiperbilirubinemia neonatorum. Jurnal Medika Nusantara, 14(3), 105–111.
Utami, D. R., Arifin, Z., & Poetranto, E. D. (2020). Penurunan kadar bilirubin total setelah terapi sinar pada bayi cukup bulan di RSUD Dr. Soebandi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Anak, 3(2), 40–46.
WHO. (2023). World health statistics 2023. Geneva: World Health Organization.
Wijayanti, R., Sutrisno, S., & Handayani, A. (2021). Intensitas fototerapi dan penurunan bilirubin pada bayi aterm. Jurnal Ilmu Kesehatan Perinatal, 5(2), 76–82.
World Bank. (2023). World Development Indicators: Infant Mortality Rate. Retrieved from https://data.worldbank.org/indicator/SP.DYN.IMRT.IN
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Umi Latifah, Akbar Amin Abdulllah, Feri Catur Yuliani (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












