Efektivitas Pemberian Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total Di Ruang Perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara

Penulis

  • Ekamila Setiyarini Universitas Safin Pati Penulis
  • Ratna Universitas Safin Pati Penulis
  • Akbar Amin Abdullah Universitas Safin Pati Penulis

DOI:

https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.84

Kata Kunci:

Fototerapi , Hiperbilirubinemia, Bayi Baru Lahir , Neonatus , Bilirubin

Abstrak

Hiperbilirubinemia merupakan suatu keadaan klinis yang kerap dijumpai pada neonatus, yang ditandai dengan diskolorasi kekuningan pada kulit serta sklera akibat akumulasi bilirubin dalam sirkulasi darah. Apabila tidak mendapatkan penatalaksanaan yang adekuat, peningkatan kadar bilirubin berpotensi menimbulkan komplikasi neurologis yang berat. Fototerapi telah lama diimplementasikan sebagai modalitas utama dalam menurunkan konsentrasi bilirubin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fototerapi dalam mereduksi kadar bilirubin total pada neonatus dengan hiperbilirubinemia di ruang perinatologi Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif serta rancangan pre-post test tanpa kelompok pembanding. Sampel penelitian berjumlah 72 bayi yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan sumber data berasal dari rekam medis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar bilirubin total sebelum pemberian fototerapi mencapai 17,84 mg/dL dan mengalami penurunan menjadi 10,53 mg/dL setelah intervensi, dengan selisih penurunan rata-rata sebesar 7,31 mg/dL. Uji statistik mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pasca pemberian fototerapi (p=0,000). Dengan demikian, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa fototerapi efektif dalam menurunkan kadar bilirubin total pada neonatus yang mengalami hiperbilirubinemia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ansong-Assoku, B., Adnan, M., Daley, S., & Ankola, P. (2024). Neonatal jaundice. StatPearls.

Bhutani, V. K., Wong, R. J., Turkewitz, D., Rauch, D. A., Mowitz, M. E., Barfield, W. D., & NEWBORN, C. O. N. F. &. (2024). Phototherapy to Prevent Severe Neonatal Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation: Technical Report. Pediatrics, 154(3), e2024068026. https://doi.org/10.1542/peds.2024-068026

Dani, C., Fusco, M., Andreini, M., Pepe, G., & Pratesi, S. (2025). Implementation of the 2022 AAP guidelines for neonatal hyperbilirubinemia could reduce the need for phototherapy in Italy. Italian Journal of Pediatrics, 51(1), 162. https://doi.org/10.1186/s13052-025-02002-x

Garg, P., & Rohra, D. (2022, February 28). Bilirubin Level in Newborn Baby: Physiological vs Pathological Jaundice, Range and More. Redcliffelabs.Com.

Hyperbilirubinemia, S. on. (2004). Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics, 114(1), 297–316. https://doi.org/10.1542/peds.114.1.297

Kemenkes, R. I. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 01.07/MENKES/240/2019.

Miguna, S., Ipaljri, A., & Arafah, L. (2023). Pengaruh Efektivitas Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total Pada Bayi Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Pada Tahun 2021 - 2022. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 13(1), 336–341. https://doi.org/10.37776/zked.v13i1.1152

Najah, U. F. A., & Rohmah, N. F. (2024). KEJADIAN NEONATUS NEONATORUM BERDASARKAN BERAT BADAN BAYI DAN USIA GESTASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA. KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(1), 45–51. https://doi.org/10.37831/kjik.v12i1.328

Rozilina, A. M., Ananta Fittonia Benvenuto, Sabariah, & Fachrudi Hanafi. (2023). Hubungan Asfiksia Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Di RSUD Provinsi NTB. JURNAL KEDOKTERAN, 8(2), 107–113. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v8i2.36

Sampurna, M., Pratama, D., Visuddho, V., Oktaviana, N., Putra, A. J. E., Zakiyah, R., Ahmad, J., Etika, R., Handayani, K., Utomo, M., Angelica, D., Ayuningtyas, W., Hendrarto, T., Rohsiswatmo, R., Wandita, S., Kaban, R., & Liem, K. (2023). A review of existing neonatal hyperbilirubinemia guidelines in Indonesia. F1000Research, 11, 1534. https://doi.org/10.12688/f1000research.110550.2

Slaughter, J. L., Kemper, A. R., & Newman, T. B. (2022). Technical report: diagnosis and management of hyperbilirubinemia in the newborn infant 35 or more weeks of gestation. Pediatrics, 150(3), e2022058865.

Widhiastuti, E. (2024). Light‐emitting diode phototherapy for neonatal hyperbilirubinemia: A literature review. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(9), 817–826. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i9.13064

Diterbitkan

2026-03-29

Cara Mengutip

Efektivitas Pemberian Fototerapi Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Total Di Ruang Perinatologi RSI Sultan Hadlirin Jepara. (2026). Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(2), 52-59. https://doi.org/10.71417/galen.v2i2.84